Bismillahir-Rah maanir- Rahim ... Gaza, itulah nama
hamparan tanah yang
luasnya tidak lebih dari 360
km persegi. Berada di
Palestina Selatan, “terjepit”
di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis
Israel, Mesir, dan laut
Mediterania, serta dikepung
dengan tembok di
sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai
wilayah ini. Namun,
jangankan menguasai,
untuk bisa masuk ke
dalamnya saja Israel sangat
kesulitan. Sudah banyak cara yang mereka lakukan
untuk menundukkan kota
kecil ini. Blokade rapat
yang membuat rakyat Gaza
jesulitan memperoleh
bahan makanan, obat- obatan, dan energi, telah
dilakukan sejak 2006
hingga kini. Namun,
penduduk Gaza tetap
bertahan, bahkan
perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin
menguat. Akhirnya Israel
melakukan serangan
“habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27
Desember 2008 hingga 18
Januari 2009. Mereka
“mengguyurkan” ratusan
ton bom dan mengerahkan
semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara
yang tergolong memiliki
militer terkuat di dunia ini
harus mundur dari Gaza. Di
atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti
tank RPG, ranjau, serta
beberapa jenis roket
buatan lokal yang biasa
dipakai para mujahidin
Palestina, tidak akan mampu menghadapi
pasukan Israel yang
didukung tank Merkava
yang dikenal terhebat di
dunia. Apalagi menghadapi
pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache,
serta ribuan ton “bom
canggih” buatan Amerika
Serikat. Akan tetapi di sana
ada “kekuatan lain” yang
membuat para mujahidin mampu membuat “kaum
penjajah” itu hengkang
dari Gaza dengan muka
tertunduk, walau hanya
dengan berbekal senjata-
senjata kuno. Itulah pertolongan Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang
diberikan kepada para
pejuangnya yang taat dan
ikhlas. Kisah tentang
munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur
bersama para mujahidin,
semerbak harum jasad para
syuhada, serta beberapa
“peristiwa aneh” lainnya
selama pertempuran, telah beredar di
kalangan masyarakat Gaza,
ditulis para jurnalis, bahkan
disiarkan para khatib
Palestina di khutbah-
khutbah Jumat mereka. Berikut ini adalah
rangkuman “kisah-kisah
ajaib” tersebut dari
berbagai sumber untuk
kita ingat dan renungkan.
Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza ... Ada
“pasukan lain” membantu
para mujahidin Palestina.
Pasukan Israel sendiri
mengakui adanya pasukan
berseragam putih itu. Suatu hari di penghujung Januari
2009, sebuah rumah milik
keluarga Dardunah yang
berada di antara Jabal Al
Kasyif dan Jabal Ar Rais,
tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok
pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga
diperintahkan duduk di
sebuah
ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi
mengenai ciri-ciri para
pejuang al- Qassam. Saat
diinterogasi, sebagaimana
ditulis situs Filisthin Al Aan
(25/1/ 2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-
Qassam, laki-laki itu
menjawab dengan jujur
bahwa para pejuang al-
Qassam mengenakan baju
hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah
dan memukulnya hingga
laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-
turut, setiap ditanya, laki-
laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam
memakai seragam hitam.
Akhirnya, tentara itu naik
pitam dan mengatakan
dengan keras, “Wahai
pembohong! Mereka itu berseragam putih!” Cerita
lain yang disampaikan
penduduk Palestina di situs
milik Brigade Izzuddin al-
Qassam, Multaqa al-Qasami,
juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak
dikenal. Awalnya, sebuah
ambulan dihentikan oleh
sekelompok pasukan
Israel. Sopirnya ditanya
apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau
Fatah? Sopir malang itu
menjawab, “Saya bukan
kelompok mana-mana.
Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya,
“Pasukan yang berpakaian
putih-putih dibelakangmu
tadi, masuk kelompok
mana?” Si sopir pun
kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun
yang berada di
belakangnya. “Saya tidak
tahu,” jawaban satu-
satunya yang ia miliki.
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang
dari seorang penduduk
rumah susun wilayah Tal
Islam yang handak
mengungsi bersama
keluarganya untuk menyelamatkan diri dari
serangan Israel. Di tangga
rumah ia melihat beberapa
pejuang menangis.” Kenapa
kalian menangis?”
tanyanya. “Kami menangis bukan karena khawatir
keadaan diri kami atau
takut dari musuh. Kami
menangis karena bukan
kami yang bertempur. Di
sana ada kelompok lain yang bertempur
memporak-porandakan
musuh,
dan kami tidak tahu dari
mana mereka datang,”
jawabnya. Saksi Serdadu Israel ... Cerita tentang
“serdadu berseragam
putih” tak hanya diungkap
oleh mujahidin Palestina
atau warga Gaza. Beberapa
personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal
serupa. Situs al-Qassam
memberitakan bahwa TV
Channel 10 milik Israel telah
menyiarkan seorang
anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran
Gaza dan kembali dalam
keadaan buta. “Ketika saya
berada di Gaza, seorang
tentara berpakaian putih
mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata
saya, hingga saat itu juga
saya buta,” kata anggota
pasukan ini. Di tempat lain
ada serdadu Israel yang
mengatakan mereka pernah berhadapan dengan
“hantu”. Mereka tidak
diketahui dari mana
asalnya, kapan munculnya,
dan ke mana
menghilangnya. Masih dari Channel 10, seorang
tentara Israel lainnya
mengatakan, “Kami
berhadapan dengan
pasukan berbaju putih-
putih dengan jenggot panjang. Kami tembak
dengan senjata, akan tetapi
mereka tidak mati.” Cerita
ini menggelitik banyak
pemirsa. Mereka bertanya
kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan
berseragam putih itu?
Apakah pasukan berbaju
putih itu adalah MALAIKAT
bantuan Allah, sebagaimana
Allah telah membantu dalam perang Badar dalam
Al Quran? “(Ingatlah),
ketika kamu memohon
pertolongan kepada
Tuhanmu, lalu
diperkenankan- Nya bagimu: "Sesungguhnya
Aku akan mendatangkan
bala bantuan kepadamu
dengan seribu malaikat
yang datang berturut-
turut" .(QS 8 : 9) Suara Tak Bersumber ...
Ada lagi kisah karamah
mujahidin yang kali ini
disebutkan oleh khatib
masjid Izzuddin Al Qassam
di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan
oleh TV channel Al Quds,
yang juga ditulis oleh Dr
Aburrahman Al Jamal di
situs Al Qassam dengan
judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat
Allah dalam Jihad Al
Furqan). Sang khatib
bercerita, seorang pejuang
telah menanam sebuah
ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan
Zionis yang melalui jalan
tersebut. “Saya telah
menanam sebuah ranjau.
Saya kemudian melihat
sebuah helikopter menurunkan
sejumlah besar pasukan
disertai tank-tank yang
beriringan menuju jalan
tempat saya menanam
ranjau,” kata pejuang tadi. Akhirnya, sang pejuang
memutuskan untuk
kembali ke markas karena
mengira ranjau itu tidak
akan bekerja optimal.
Maklum, jumlah musuh amat banyak. Akan tetapi,
sebelum beranjak
meninggalkan lokasi,
pejuang itu mendengar
suara “Utsbut,
tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih,
“tetaplah di tempat maka
Allah menguatkanmu.”
Ucapan itu ia
dengar berulang-ulang
sebanyak tiga kali. “Saya mencari sekeliling untuk
mengetahui siapa yang
mengatakan hal itu kapada
saya. Akan tetapi saya
malah terkejut, karena
tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap
mujahidin itu, sebagaimana
ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid
memutuskan untuk tetap
berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati
ranjau yang tertanam,
sesuatu yang “ajaib”
terjadi. Ranjau itu justru
meledak amat dahsyat.
Tank yang berada di dekatnya langsung hancur.
Banyak serdadu Israel
meninggal seketika.
Sebagian dari mereka harus
diangkut oleh helikopter.
“Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,”
kata mujahid itu lagi,
melalui lidah khatib. Cerita
yang disampaikan oleh
seorang penulis Mesir,
Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com , ikut mendukung kisah-kisah
sebelumnya. Abu Mujahid,
salah seorang pejuang
yang melakukan ribath
(berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di
perbatasan kota, dan tidak
ada seorang pun di sekitar,
akan tetapi saya
mendengar suara orang
yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-
kali mencoba untuk
memastikan asal suara itu,
akhirnya saya memastikan
bahwa suara itu tidak
keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.” Sudah
Meledak, Ranjau Masih
Utuh ... Sebuah kejadian
“aneh” terjadi di Gaza
Selatan, tepatnya di daerah
AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang
memasang ranjau. Di saat
mengulur kabel, tiba-tiba
sebuah pesawat mata-mata
Israel memergoki mereka.
Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu. Untunglah para
mujahidin selamat. Namun,
kabel pengubung ranjau
dan pemicu yang tadi
hendak disambung menjadi
terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk
menyambungnya, karena
pesawat masih berputar-
putar di atas. Tak lama
kemudian, beberapa tank
Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau
tersebut ditanam. Tak
sekadar lewat, tank-tank
itu malah berhenti tepat di
atas peledak yang sudah
tak berfungsi itu. Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa
berbuat apa-apa. Kabel
ranjau jelas tak mungkin
disambung, sementara
tank- tank Israel telah
berkumpul persis di atas ranjau. Mereka merasa
amat sedih, bahkan ada
yang menangis ketika
melihat pemandangan itu.
Sebagian yang lain berdoa,
“allahumma kama lam tumakkinna minhum,
allahumma
la tumakkin lahum,” yang
maknanya, “Ya Allah,
sebagaimana engkau tidak
memberikan kesempatan kami menghadapi mereka,
jadikanlah mereka juga
tidak memiliki kesempatan
serupa.” Tiba-tiba, ketika
fajar tiba, terjadilah
keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di
lokasi penanaman ranjau
yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi
dengan membawa
kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin
segera melihal lokasi
ledakan. Sungguh aneh,
ternyata seluruh ranjau
yang telah mereka tanam
itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan?
Wallahu a’lam. Masih dari
wilayah Al Maghraqah. Saat
pasukan Israel
menembakkan artileri ke
salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api
menjalar ke rumah
sebelahnya, para mujahidin
dihinggapi rasa khawatir
jika api itu semakin tak
terkendali. Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,
“Wahai Dzat yang merubah
api menjadi dingin dan
tidak membahayakan
untuk Ibrahim,
padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga
menit, api pun padam. Para
mujahidin menangis
terharu karena mereka
merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah
memberi pertolongan
dengan terkabulnya doa
mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing ... Di saat
para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam
tiba-tiba ikut membantu,
bahkan menjelma menjadi
sesuatu yang menakutkan.
Seorang mujahid Palestina
menuturkan “kisah aneh” lainnya kepada situs Filithin
Al Aan (25/1/ 2009). Saat
bertugas di wilayah Jabal
Ar Rais, sang mujahid
melihat seekor merpati
terbang dengan suara melengking, yang melintas
sebelum rudal- rudal Israel
berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga
melihat merpati itu
langsung menangkap adanya isyarat yang ingin
disampaikan sang merpati.
Begitu merpati itu melintas,
para mujahidin langsung
berlindung di tempat
persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka
benar. Selang beberapa saat
kemudian bom-bom Israel
datang menghujan. Para
mujahidin itu pun selamat.
Adalagi “cerita keajaiban” mengenai seekor anjing,
sebagaimana diberitakan
situs Filithin Al Aan. Suatu
hari, tatkala sekumpulan
mujahidin Al Qassam
melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-
tiba muncul seekor anjing
militer Israel jenis
doberman. Anjing itu
kelihatannya memang
dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel
menemukan tempat
penyimpanan senjata dan
persembunyian para
mujahidin. Anjing besar ini
mendekat dengan menampakkan sikap tidak
bersahabat. Salah seorang
mujahidin kemudian
mendekati anjing itu dan
berkata kepadanya, “Kami
adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami
diperintahkan untuk tetap
berada di tempat
ini. Karena itu, menjauhlah
dari kami, dan jangan
menimbulkan masalah untuk kami.” Setelah itu, si
anjing duduk dengan dua
tangannya dijulurkan ke
depan dan diam. Akhirnya,
seorang mujahidin yang
lain mendekatinya dan memberinya beberapa
korma. Dengan tenang
anjing itu memakan korma
itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut
Membantu ... Ada pula kisah menarik yang disampaikan
oleh komandan lapangan Al
Qassam di kamp
pengungsian Nashirat,
langsung setelah usai shalat
dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009). Saat itu
sekelompok mujahidin
yang melakukan ribath di
Tal Ajul terkepung oleh
tank-tank
Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat
mata-mata terus
mengawasi. Di saat posisi
para mujahidin terjepit,
kabut tebal tiba-tiba turun
di malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata
tentara Israel dan
membantu pasukan
mujahidin keluar dari
kepungan. Kasus serupa
diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu
pemimpin lapangan Al
Qassam, sebagaimana ditulis
situs almesryoon.com
(sudah tidak bisa diakses
lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba- tiba turun
dan membatu para
mujahidin untuk
melakukan serangan.
Awalnya, pasukan
mujahiddin tengah menunggu waktu yang
tepat untuk mendekati
tank- tank tentara Israel
guna meledakkannya. “Tak
lupa kami berdoa kepada
Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan
ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut
tebal
di tempat tersebut. Pasukan
mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-
tank, menanam ranjau-
ranjau di dekatnya, dan
segera meninggalkan lokasi
tanpa diketahui pesawat
mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh
pasukan infantri Israel
yang berada di sekitar
kendaraan militer itu. Lima
tentara Israel tewas di
tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-
ranjau itu meledak. Karena
kekejaman zionis yahudi,
semua makhluk Allah
melawannya, Maha benar
sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya: Tidak
akan terjadi hari kiamat,
hingga muslimin memerangi
Yahudi. Orang- orang Islam
membunuh Yahudi sampai
Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon.
Namun batu atau pohon
berkata, "Wahai muslim,
wahai hamba Allah, inilah
Yahudi di belakangku,
kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad
(yang tidak demikian) ,
karena termasuk pohon
Yahudi." (HR Muslim dalam
Shahih Jami' Ash-shaghir
no. 7427) “ Maka (yang sebenarnya) bukan kamu
yang membunuh mereka,
akan tetapi Allahlah yang
membunuh mereka, dan
bukan kamu yang
melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah
yang melempar. (Allah
berbuat demikian untuk
membinasakan mereka)
dan untuk memberi
kemenangan kepada orang-orang mu'min,
dengan kemenangan yang
baik. Sesungguhnya Allah
Maha
Mendengar lagi Maha
Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan
kepadamu), dan
sesungguhnya
Allah melemahkan tipu
daya orang-orang yang
kafir.” (QS 8: 17-18)
sumber : http://www.jurukunci.net
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai
wilayah ini. Namun,
jangankan menguasai,
untuk bisa masuk ke
dalamnya saja Israel sangat
kesulitan. Sudah banyak cara yang mereka lakukan
untuk menundukkan kota
kecil ini. Blokade rapat
yang membuat rakyat Gaza
jesulitan memperoleh
bahan makanan, obat- obatan, dan energi, telah
dilakukan sejak 2006
hingga kini. Namun,
penduduk Gaza tetap
bertahan, bahkan
perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin
menguat. Akhirnya Israel
melakukan serangan
“habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27
Desember 2008 hingga 18
Januari 2009. Mereka
“mengguyurkan” ratusan
ton bom dan mengerahkan
semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara
yang tergolong memiliki
militer terkuat di dunia ini
harus mundur dari Gaza. Di
atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti
tank RPG, ranjau, serta
beberapa jenis roket
buatan lokal yang biasa
dipakai para mujahidin
Palestina, tidak akan mampu menghadapi
pasukan Israel yang
didukung tank Merkava
yang dikenal terhebat di
dunia. Apalagi menghadapi
pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache,
serta ribuan ton “bom
canggih” buatan Amerika
Serikat. Akan tetapi di sana
ada “kekuatan lain” yang
membuat para mujahidin mampu membuat “kaum
penjajah” itu hengkang
dari Gaza dengan muka
tertunduk, walau hanya
dengan berbekal senjata-
senjata kuno. Itulah pertolongan Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang
diberikan kepada para
pejuangnya yang taat dan
ikhlas. Kisah tentang
munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur
bersama para mujahidin,
semerbak harum jasad para
syuhada, serta beberapa
“peristiwa aneh” lainnya
selama pertempuran, telah beredar di
kalangan masyarakat Gaza,
ditulis para jurnalis, bahkan
disiarkan para khatib
Palestina di khutbah-
khutbah Jumat mereka. Berikut ini adalah
rangkuman “kisah-kisah
ajaib” tersebut dari
berbagai sumber untuk
kita ingat dan renungkan.
Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza ... Ada
“pasukan lain” membantu
para mujahidin Palestina.
Pasukan Israel sendiri
mengakui adanya pasukan
berseragam putih itu. Suatu hari di penghujung Januari
2009, sebuah rumah milik
keluarga Dardunah yang
berada di antara Jabal Al
Kasyif dan Jabal Ar Rais,
tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok
pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga
diperintahkan duduk di
sebuah
ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi
mengenai ciri-ciri para
pejuang al- Qassam. Saat
diinterogasi, sebagaimana
ditulis situs Filisthin Al Aan
(25/1/ 2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-
Qassam, laki-laki itu
menjawab dengan jujur
bahwa para pejuang al-
Qassam mengenakan baju
hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah
dan memukulnya hingga
laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-
turut, setiap ditanya, laki-
laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam
memakai seragam hitam.
Akhirnya, tentara itu naik
pitam dan mengatakan
dengan keras, “Wahai
pembohong! Mereka itu berseragam putih!” Cerita
lain yang disampaikan
penduduk Palestina di situs
milik Brigade Izzuddin al-
Qassam, Multaqa al-Qasami,
juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak
dikenal. Awalnya, sebuah
ambulan dihentikan oleh
sekelompok pasukan
Israel. Sopirnya ditanya
apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau
Fatah? Sopir malang itu
menjawab, “Saya bukan
kelompok mana-mana.
Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya,
“Pasukan yang berpakaian
putih-putih dibelakangmu
tadi, masuk kelompok
mana?” Si sopir pun
kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun
yang berada di
belakangnya. “Saya tidak
tahu,” jawaban satu-
satunya yang ia miliki.
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang
dari seorang penduduk
rumah susun wilayah Tal
Islam yang handak
mengungsi bersama
keluarganya untuk menyelamatkan diri dari
serangan Israel. Di tangga
rumah ia melihat beberapa
pejuang menangis.” Kenapa
kalian menangis?”
tanyanya. “Kami menangis bukan karena khawatir
keadaan diri kami atau
takut dari musuh. Kami
menangis karena bukan
kami yang bertempur. Di
sana ada kelompok lain yang bertempur
memporak-porandakan
musuh,
dan kami tidak tahu dari
mana mereka datang,”
jawabnya. Saksi Serdadu Israel ... Cerita tentang
“serdadu berseragam
putih” tak hanya diungkap
oleh mujahidin Palestina
atau warga Gaza. Beberapa
personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal
serupa. Situs al-Qassam
memberitakan bahwa TV
Channel 10 milik Israel telah
menyiarkan seorang
anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran
Gaza dan kembali dalam
keadaan buta. “Ketika saya
berada di Gaza, seorang
tentara berpakaian putih
mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata
saya, hingga saat itu juga
saya buta,” kata anggota
pasukan ini. Di tempat lain
ada serdadu Israel yang
mengatakan mereka pernah berhadapan dengan
“hantu”. Mereka tidak
diketahui dari mana
asalnya, kapan munculnya,
dan ke mana
menghilangnya. Masih dari Channel 10, seorang
tentara Israel lainnya
mengatakan, “Kami
berhadapan dengan
pasukan berbaju putih-
putih dengan jenggot panjang. Kami tembak
dengan senjata, akan tetapi
mereka tidak mati.” Cerita
ini menggelitik banyak
pemirsa. Mereka bertanya
kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan
berseragam putih itu?
Apakah pasukan berbaju
putih itu adalah MALAIKAT
bantuan Allah, sebagaimana
Allah telah membantu dalam perang Badar dalam
Al Quran? “(Ingatlah),
ketika kamu memohon
pertolongan kepada
Tuhanmu, lalu
diperkenankan- Nya bagimu: "Sesungguhnya
Aku akan mendatangkan
bala bantuan kepadamu
dengan seribu malaikat
yang datang berturut-
turut" .(QS 8 : 9) Suara Tak Bersumber ...
Ada lagi kisah karamah
mujahidin yang kali ini
disebutkan oleh khatib
masjid Izzuddin Al Qassam
di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan
oleh TV channel Al Quds,
yang juga ditulis oleh Dr
Aburrahman Al Jamal di
situs Al Qassam dengan
judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat
Allah dalam Jihad Al
Furqan). Sang khatib
bercerita, seorang pejuang
telah menanam sebuah
ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan
Zionis yang melalui jalan
tersebut. “Saya telah
menanam sebuah ranjau.
Saya kemudian melihat
sebuah helikopter menurunkan
sejumlah besar pasukan
disertai tank-tank yang
beriringan menuju jalan
tempat saya menanam
ranjau,” kata pejuang tadi. Akhirnya, sang pejuang
memutuskan untuk
kembali ke markas karena
mengira ranjau itu tidak
akan bekerja optimal.
Maklum, jumlah musuh amat banyak. Akan tetapi,
sebelum beranjak
meninggalkan lokasi,
pejuang itu mendengar
suara “Utsbut,
tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih,
“tetaplah di tempat maka
Allah menguatkanmu.”
Ucapan itu ia
dengar berulang-ulang
sebanyak tiga kali. “Saya mencari sekeliling untuk
mengetahui siapa yang
mengatakan hal itu kapada
saya. Akan tetapi saya
malah terkejut, karena
tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap
mujahidin itu, sebagaimana
ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid
memutuskan untuk tetap
berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati
ranjau yang tertanam,
sesuatu yang “ajaib”
terjadi. Ranjau itu justru
meledak amat dahsyat.
Tank yang berada di dekatnya langsung hancur.
Banyak serdadu Israel
meninggal seketika.
Sebagian dari mereka harus
diangkut oleh helikopter.
“Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,”
kata mujahid itu lagi,
melalui lidah khatib. Cerita
yang disampaikan oleh
seorang penulis Mesir,
Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com , ikut mendukung kisah-kisah
sebelumnya. Abu Mujahid,
salah seorang pejuang
yang melakukan ribath
(berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di
perbatasan kota, dan tidak
ada seorang pun di sekitar,
akan tetapi saya
mendengar suara orang
yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-
kali mencoba untuk
memastikan asal suara itu,
akhirnya saya memastikan
bahwa suara itu tidak
keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.” Sudah
Meledak, Ranjau Masih
Utuh ... Sebuah kejadian
“aneh” terjadi di Gaza
Selatan, tepatnya di daerah
AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang
memasang ranjau. Di saat
mengulur kabel, tiba-tiba
sebuah pesawat mata-mata
Israel memergoki mereka.
Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu. Untunglah para
mujahidin selamat. Namun,
kabel pengubung ranjau
dan pemicu yang tadi
hendak disambung menjadi
terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk
menyambungnya, karena
pesawat masih berputar-
putar di atas. Tak lama
kemudian, beberapa tank
Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau
tersebut ditanam. Tak
sekadar lewat, tank-tank
itu malah berhenti tepat di
atas peledak yang sudah
tak berfungsi itu. Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa
berbuat apa-apa. Kabel
ranjau jelas tak mungkin
disambung, sementara
tank- tank Israel telah
berkumpul persis di atas ranjau. Mereka merasa
amat sedih, bahkan ada
yang menangis ketika
melihat pemandangan itu.
Sebagian yang lain berdoa,
“allahumma kama lam tumakkinna minhum,
allahumma
la tumakkin lahum,” yang
maknanya, “Ya Allah,
sebagaimana engkau tidak
memberikan kesempatan kami menghadapi mereka,
jadikanlah mereka juga
tidak memiliki kesempatan
serupa.” Tiba-tiba, ketika
fajar tiba, terjadilah
keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di
lokasi penanaman ranjau
yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi
dengan membawa
kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin
segera melihal lokasi
ledakan. Sungguh aneh,
ternyata seluruh ranjau
yang telah mereka tanam
itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan?
Wallahu a’lam. Masih dari
wilayah Al Maghraqah. Saat
pasukan Israel
menembakkan artileri ke
salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api
menjalar ke rumah
sebelahnya, para mujahidin
dihinggapi rasa khawatir
jika api itu semakin tak
terkendali. Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,
“Wahai Dzat yang merubah
api menjadi dingin dan
tidak membahayakan
untuk Ibrahim,
padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga
menit, api pun padam. Para
mujahidin menangis
terharu karena mereka
merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah
memberi pertolongan
dengan terkabulnya doa
mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing ... Di saat
para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam
tiba-tiba ikut membantu,
bahkan menjelma menjadi
sesuatu yang menakutkan.
Seorang mujahid Palestina
menuturkan “kisah aneh” lainnya kepada situs Filithin
Al Aan (25/1/ 2009). Saat
bertugas di wilayah Jabal
Ar Rais, sang mujahid
melihat seekor merpati
terbang dengan suara melengking, yang melintas
sebelum rudal- rudal Israel
berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga
melihat merpati itu
langsung menangkap adanya isyarat yang ingin
disampaikan sang merpati.
Begitu merpati itu melintas,
para mujahidin langsung
berlindung di tempat
persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka
benar. Selang beberapa saat
kemudian bom-bom Israel
datang menghujan. Para
mujahidin itu pun selamat.
Adalagi “cerita keajaiban” mengenai seekor anjing,
sebagaimana diberitakan
situs Filithin Al Aan. Suatu
hari, tatkala sekumpulan
mujahidin Al Qassam
melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-
tiba muncul seekor anjing
militer Israel jenis
doberman. Anjing itu
kelihatannya memang
dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel
menemukan tempat
penyimpanan senjata dan
persembunyian para
mujahidin. Anjing besar ini
mendekat dengan menampakkan sikap tidak
bersahabat. Salah seorang
mujahidin kemudian
mendekati anjing itu dan
berkata kepadanya, “Kami
adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami
diperintahkan untuk tetap
berada di tempat
ini. Karena itu, menjauhlah
dari kami, dan jangan
menimbulkan masalah untuk kami.” Setelah itu, si
anjing duduk dengan dua
tangannya dijulurkan ke
depan dan diam. Akhirnya,
seorang mujahidin yang
lain mendekatinya dan memberinya beberapa
korma. Dengan tenang
anjing itu memakan korma
itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut
Membantu ... Ada pula kisah menarik yang disampaikan
oleh komandan lapangan Al
Qassam di kamp
pengungsian Nashirat,
langsung setelah usai shalat
dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009). Saat itu
sekelompok mujahidin
yang melakukan ribath di
Tal Ajul terkepung oleh
tank-tank
Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat
mata-mata terus
mengawasi. Di saat posisi
para mujahidin terjepit,
kabut tebal tiba-tiba turun
di malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata
tentara Israel dan
membantu pasukan
mujahidin keluar dari
kepungan. Kasus serupa
diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu
pemimpin lapangan Al
Qassam, sebagaimana ditulis
situs almesryoon.com
(sudah tidak bisa diakses
lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba- tiba turun
dan membatu para
mujahidin untuk
melakukan serangan.
Awalnya, pasukan
mujahiddin tengah menunggu waktu yang
tepat untuk mendekati
tank- tank tentara Israel
guna meledakkannya. “Tak
lupa kami berdoa kepada
Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan
ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut
tebal
di tempat tersebut. Pasukan
mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-
tank, menanam ranjau-
ranjau di dekatnya, dan
segera meninggalkan lokasi
tanpa diketahui pesawat
mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh
pasukan infantri Israel
yang berada di sekitar
kendaraan militer itu. Lima
tentara Israel tewas di
tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-
ranjau itu meledak. Karena
kekejaman zionis yahudi,
semua makhluk Allah
melawannya, Maha benar
sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya: Tidak
akan terjadi hari kiamat,
hingga muslimin memerangi
Yahudi. Orang- orang Islam
membunuh Yahudi sampai
Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon.
Namun batu atau pohon
berkata, "Wahai muslim,
wahai hamba Allah, inilah
Yahudi di belakangku,
kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad
(yang tidak demikian) ,
karena termasuk pohon
Yahudi." (HR Muslim dalam
Shahih Jami' Ash-shaghir
no. 7427) “ Maka (yang sebenarnya) bukan kamu
yang membunuh mereka,
akan tetapi Allahlah yang
membunuh mereka, dan
bukan kamu yang
melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah
yang melempar. (Allah
berbuat demikian untuk
membinasakan mereka)
dan untuk memberi
kemenangan kepada orang-orang mu'min,
dengan kemenangan yang
baik. Sesungguhnya Allah
Maha
Mendengar lagi Maha
Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan
kepadamu), dan
sesungguhnya
Allah melemahkan tipu
daya orang-orang yang
kafir.” (QS 8: 17-18)
sumber : http://www.jurukunci.net


Posting Komentar